Jumat, 01 April 2011

Pemilihan Media Penyimpanan Eksternal

MEDIA PENYIMPANAN (MEMORI) EKSTERNAL
Memori eksternal adalah perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data, di luar komponen utama yang telah disebutkan di atas. Contoh dari memori eksternal adalah floppy disk, harddisk, cd-rom, dvd. Hampir semua memori eksternal yang banyak dipakai belakangan ini berbentuk disk/piringan sehingga operasi data dilakukan dengan perputaran piringan tersebut. Dari perputaran ini, dikenal satuan rotasi piringan yang disebut RPM (Rotation Per Minute). Makin cepat perputaran, waktu akses pun semakin cepat,namu makin besar juga tekanan terhadap piringan sehingga makin besar panas yang dihasilkan. Untuk media berkapasitas besar dikenal beberapa sitem yang ukuran RPM nya sebagai berikut :
3600 RPM Pre-IDE
5200 RPM IDE
5400 RPM IDE/SCSI
7200 RPM IDE/SCSI
10000 RPM SCSI

Setiap memori eksternal memiliki alat baca dan tulis yang disebut head (pada harddisk) dan side (pada floppy). Tiap piringan memiliki dua sisi head/side, yaitu sisi 0 dan sisi 1. Setiap head/side dibagi menjadi lingkaran lingkaran konsentris yang disebut track. Kumpulan track yang sama dari seluruh head yang ada disebut cylinder. Suatu track dibagi lagi menjadi daerah-daerah lebih kecil yang disebut sector.

Konsep Dasar Memori Eksternal
Menyimpan data bersifat tetap (non volatile), baik pada saat komputer aktif atau tidak. Memori eksternal biasa disebut juga memori eksternal yaitu perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data, di luar memori utama.
Memori eksternal mempunyai dua tujuan utama yaitu sebagai penyimpan permanen untuk membantu fungsi RAM dan yang untuk mendapatkan memori murah yang berkapasitas tinggi bagi penggunaan jangka panjang.

BERBAGAI JENIS MEMORY EKSTERNAL
1. Berdasarkan Jenis Akses Data
Berdasarkan jenis aksesnya memori eksternal dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu :
a. DASD (Direct Access Storage Device) di mana ia mempunyai akses langsung terhadap data.
Contoh :
1. Magnetik (floppy disk, hard disk).
2. Removeable hard disk (Zip disk, Flash disk).
3. Optical Disk.
b. SASD (Sequential Access Storage Device) : Akses data secara tidak langsung (berurutan), seperti pita magnetik.
2. Berdasarkan Karakteristik Bahan
Berdasarkan karakteristik bahan pembuatannya, memori eksternal digolongkan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:
a. Punched Card atau kartu berlubang
Merupakan kartu kecil berisi lubang-lubang yang menggambarkan berbagai instruksi atau data. Kartu ini dibaca melalui puch card reader yang sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1979.
b. Magnetic Disk
Magnetic Disk merupakan disk yang terbuat dari bahan yang bersifat magnetik, Contoh : floppy dan harddisk.
c. Optical Disk
Optical disk terbuat dari bahan-bahan optik, seperti dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang sangat reflektif seperti alumunium. Contoh : CD dan DVD
d. Magnetic Tape
Sedangkan magnetik tape, terbuat dari bahan yang bersifat magnetik tetapi berbentuk pita, seperti halnya pita kaset tape recorder.

Floppy Disk
Floppy disk drive yang menjadi standar pemakaian terdiri dari 2 ukuran yaitu 5.25” dan 3.5” yang masing-masing memiliki 2 tipe kapasitas Double Density (DD) dan High Density (HD). Floppy disk 5.25” kapasitasnya adalah 360 Kbytes (untuk DD) dan 1.2 Mbytes (untuk HD). Sedangkan floppy disk 3.5” kapasitasnya 720 Kbytes (untuk DD) dan untuk HD). Kapasitas yang dapat ditampung oleh floppy disk memang cenderung kecil, apalagi jika dibandingkan dengan kebutuhan transfer dan penyimpanan data yang makin lama makin besar. Floppy disk hanya dapat menyimpan file teks, karena keterbatasan kapasitas. Walaupun demikian, penulisan pada floppy disk dapat dilakukan berulang-ulang, walaupun memakan waktu yang relatif lama. Keterbatasanyang disebut dengan Iomega Zip Drive. Perangkat ini terdiri dari floppy drive dan cartridge floppy khusus, yang mampu menampung samapai hampir 100MB data. Jumlah ini jelas memungkinkan untuk menampung file multimedia dan grafik (biasanya berukuran mega bytes), yang sebelumnya tidak dimungkinkan untuk disimpan dalam floppy disk.

Harddisk
Sebagaimana disket, hardisk juga meyimpan data dalam bentuk track, sektor, dan cluster. Sistem operasi komputer mencatat sektor berdasarkan cluster-nya. Sistem operasi Windows memberi nomor unik pada setiap cluster dan mencatat alamat file di hardisk menggunakan tabel alokasi file virtual (VFAT, Virtual File Allocation Table). VFAT merupakan salah satu metode untuk menyimpan dan mengetahui alamat file sesuai cluster yang digunakan. Oleh sebab itu, VFAT berisi setiap nilai pada setiap cluster yang menjelaskan lokasi disk tempat cluster berada. Terkadang sistem operasi menganggap sebuah cluster sebagai cluster yang sedang dipakai, meskipun pada saat itu cluster tersebut tidak berisi file apapun. Hal ini dinamakan lost cluster, dan pengguna dapat membebaskan cluster tersebut (yang berarti dapat menambah ruang hardisk) dengan memakai utilitas ScanDisk di Windows.

C.1. Hardisk Nonremovable (Hardisk Internal)
Hardisk nonremovable internal adalah hardisk yang tetap berada di dalam unit sistem komputer dan digunakan untuk menyimpan hampir semua program dan sebagian besar file data. Hardisk jenis ini terdiri dari beberapa piringan logam atau kaca (glass) berdiameter 1 sampai 5,25 inci (umumnya 3,5 inci), tersusun dalam bentuk kumparan dan berisi data pada kedua sisi piringannya. Head baca/tulis yang terletak di setiap sisi piringan, diatur oleh lengan penggerak yang bergerak maju mundur untuk mencari lokasi yang tepat pada piringan. Seluruh komponen ini terlindung dalam pembungkus anti-udara sehingga bisa terbebas dari kotoran-kotoran semacam debu.
Kapasitas hardisk nonremovable bervariasi antara 40 sampai 300 gigabyte. Bahkan ada pula hardisk yang sudah mencapai satuan terabyte yang setara dengan ribuan gigabyte. Satu gigabyte kira-kira setara dengan tulisan sepanjang 20.000 halaman, sedangkan file video dan suara biasanya berukuran 10 megabyte atau lebih.
Putaran piringan hardisk jauh lebih cepat dibandingkan disket, sehingga data/program pada hardisk dapat diakses lebih cepat. Kecepatan hardisk dinyatakan dengan satuan revolusi per detik (rpm) yang berkisar antara 5.400 sampai 7.200 rpm. Kecepatan putaran disket hanya 360 rpm, sedangkan hard drive sebesar 7.200 rpm (kira-kira setara dengan kecepatan 300 mil per jam).

C.2. Hard Drive Portabel (Hardisk Eksternal dan Removable)
Terdapat dua jenis hardisk portabel, antara lain :
Hardisk Eksternal, Hardisk eksternal adalah hardisk yang bisa ditempatkan di luar unit sistem dan tetap berpembungkus anti udara. Melalui kabel, hardisk dihubungkan ke unit sistem komputer ke port FireWire, USB atau port lain. Kapasitas minimalnya 250 gigabyte.
Hardisk Removable, Hardisk removable atau hard-drive catridge terdiri dari satu atau dua piringan dilengkapi head baca/tulisnya, terlindung dalam pembungkus kaku serta dapat dimasukkan ke drive catridge pada unit sistem mikrokomputer. Catridge, dengan kapasitas 80 gigabyte atau lebih, biasanya dipakai untuk mem-backup dan memindahkan file-file data berukuran besar, misalnya file spreadsheet atau desktop-publishing yang berukura

CD-ROM
CD ROM (Compact disc - Read Only Memory) adalah sebuah piringan kompak dari jenis piringan optik (optical disc) yang dapat menyimpan data yang cukup besar. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai 700Mb. Mulai tahun 1983 sistem penyimpanan data di optical disc mulai diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact Disc. Sejak saat itu mulai berkembanglah teknologi penyuimpanan pada optical disc. CD-ROM terbuat dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang sangat reflektif seperti alumunium. Informasi direkam secara digital sebagai lubang-lubang mikroskopis pada permukaan yang reflektif. Proses ini dilakukan degan menggunakan laser yang berintensitas tinggi. Permukaan yang berlubang ini kemudian dilapisi oleh lapisan bening. Informasi dibaca dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang menyinari lapisan bening tersebut sementara motor memutar disk. Intensitas laser tersebut berubah setelah mengenai lubang-lubang tersebut kemudian terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversi menjadi data digital.
Penulisan data pada CD-ROM hanya dapat dilakukan sekali saja. Walaupun demikian, optical disk ini memiliki keunggulan dari segi mobilitas. Bentuknyayang kecil dan tipis memudahkannya untuk dibawa-bawa. Kapasitas penyimpanannya pun cukup besar, yaitu 650 Mbytes. Sehingga media ini biasanya digunakan untuk menyimpan data-data sekali tulis saja, seperti installer, file lagu (mp3), ataupun data statik lainnya.
CD ROM bersifat read only (hanya dapat dibaca, tidak dapat ditulis berulang kali). Untuk dapat membaca isi CD ROM, komponen utama yang diperlukan adalah CD Drive. Baru pada perkembangannya CD ROM mulai kini dapat ditulis berulang kali (Re Write / RW) yang lebih dikenal dengan CD-RW.
DVD (Digital Versatile Disc)
DVD adalah generasi lanjutan dari teknologi penyimpanan dengan menggunakan media optical disc. DVD memiliki kapastias yang jauh lebih besar daripada CD-ROM biasa, yaitu mencapai 9 Gbytes. Teknologi DVD ini sekarang banyak dimanfaatkan secara luas oleh perusahaan musik dan film besar, sehingga menjadikannya sebagai produk elektronik yang paling diminati dalam kurun waktu 3 tahun sejak diperkenalkan pertama kali. Perkembangan teknologi DVD-ROM pun lebih cepat dibandingkan CD-ROM. 1x DVD-ROM memungkinkan rata-rata transfer data 1.321 MB/s dengan rata-rata burst transfer 12 MB/s.
Semakin besar cache (memori buffer) yang dimiliki DVD-ROM, semakin cepat penyaluran data yang dapat dilakukan. DVD menyediakan format yang dapat ditulis satu kali ataupun lebih, yang disebut dengan Recordable DVD, dan memiliki 6 macam versi, yaitu :
DVD-R for General, hanya sekali penulisan
DVD-R for Authoring, hanya sekali penulisan
DVD-RAM, dapat ditulis berulang kali
DVD-RW, dapat ditulis berulang kali
DVD+RW, dapat ditulis berulang kali
DVD+R, hanya sekali penulisan
Setiap versi DVD recorder dapat membaca DVD-ROM disc, tetapi memerlukan jenis disc yang berbeda untuk melakukan pembacaan. Kompatibilatas antara jenis recorder dengan jenis disc dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
DVD unit
DVD-R(G) unit
DVD-R(A) unit
DVD-RW unit
DVD-RAM unit
DVD+RW unit
DVD-ROM

Tips merawat CD dan DVD

CD alias Compact Disk telah menjadi media penyimpanan yang umum digunakan baik untuk menyimpan data secara sementara dan dapat dibawa kemana-mana atau portable maupun sebagai media penyimpanan data backup. Walaupun kegunaan CD agak tergeser oleh DVD tetapi kedua media penyimpanan ini masih sama saja hanya kapasitas penyimpanan DVD yang lebih unggul dari CD tetapi cara penyimpanan dan perawatannya tetaplah sama.Ada beberapa tips CD dan DVD

Tips membeli CD atau DVD agar dapat ditulis dan dibaca tidak mengalami masalah Cari CD/DVD yang lapisan pemantulnya berwarna silver (perak) atau agak keemasan, jangan pernah pilih lapisan pemantulnya yang berwarna-warni (biru, merah apalagi hitam) karena lapisan pemantul ini berperan dalam pembacaan data dari CD/DVD yang telah ditulis. CD/DVD yang berwarna-warni mungkin tidak ada kendala saat penulisan (write) oleh CD/DVD burner tapi ada kemungkinan akan susah sekali saat dibaca (read).

Bila membeli CD/DVD usahakan untuk membeli CD/DVD dari satu merk yang telah kita kenal atau telah kita pakai sebelumnya dan tidak ada masalah saat menulis dan membaca CD/DVD itu, jangan ganti-ganti merk karena ada kemungkinan beberapa merk CD/DVD burner yang agak “alergi” dengan beberapa CD/DVD merk-merk tertentu (munkin bila ingin tenang beberapa pabrikan CD/DVD burner merekomendasikan beberapa merk CD/DVD yang didukungnya, lihat dalam buku panduan didalam kemasan CD/DVD burner yang anda beli),jika pun terpaksa membeli bukan CD/DVD yang bisa dipakai usahakan membeli dahulu secara satuan, coba satu dan lihat apakah ketika penulisan dan pembacaan ada kesalahan jika tidak ditemukan kesalahan bolehlah anda beli banya CD/DVD tersebut sesuai keperluan.

Tips Membakar CD atau DVD agar dapat ditulis dan dibaca tidak mengalami masalah
Bakar/burn CD/DVD yang anda beli dibawah kecepatan maxsimal yang tercantum di software burner, jangan pernah percaya tentang kecepatan maxsimum yang tertulis di label CD, meskipun tertulis 52X tetapi setelah dianalisa oleh CD/DVD burner melalui software burner biasanya nilai tulis itu akan turun, nilai kecepatan tulis pun bukan hanya tergantung CD/DVDnya tetapi tergantung merk CD/DVD burnernya.

Bakar CD/DVD pada kecepatan menegahnya atau minimumnya, meskipun ini akan berdampak pada lamanya waktu CD/DVD itu ditulis tetapi hal ini akan meningkatkan kesuksesan CD/DVD berhasil di tulis/di isi data.Bila mengisi data di CD/DVD usahakan untuk tidak mengisi data tersebut sampai full, karena ini akan mengakibatkan penulisan akan lama juga ada keriskanan karena CD/DVD tertulis hingga tepian CD/DVDnya dan daerah tepi CD/DVD ini rawan rusak bila penyimannnya tidak benar, dan bila itu terjadi akan mengakibatkan CD/DVD menjadi tidak dapat dibaca lagi.

Tips Merawat CD atau DVD agar dapat ditulis dan dibaca tidak mengalami masalah Setelah dibakar atau dibaca usahakan CD/DVD disimpan kedalam plastik khusus CD untuk menghindari debu dan goresan dan masukan kembali tempat khusus menyimpan CD/DVD.Simpan CD/DVD ditempat yang kering dan gelap, usahakan jangan lembab atau terkena sinar matahari langsung karena akan merusak lapisan pemantul yang berdampak CD/DVD tidak dapat dibaca kembali.Jangan menulis label CD/DVD dengan pulpen usahakan dengan spidol permanent dan menulis dilabelnya jangan terlalu ditekan karena lapisan label ini lebih dekat kelapisan pemantul dan penyimpanan data.Sebelum dimasukan untuk dibaca usahakan CD/DVD dibersikan dahulu bagian/sisi yang diisi data dari debu gunakan kain halus atau khusus seperti untuk membersikan kacamata agar tidak mengores CD/DVD.
Untuk mengambil CD/DVD jangan sentuh bagian sisi datanya, cara yang paling aman gunakan jari telunjuk dan masukan ke lubang ditengah CD/DVD tekan jari sampai CD/DVD melekat kejari dan tidak jatuh ambil CD/DVD tersebut dengan mengangkatnya hal itu juga belaku ketika memasukan CD/DVD dari pembacanya. Cara ini terhitung aman karena sisi data sangat sensitif jika tergores oleh kuku maupuan terkena debu dan keringat dari tangan karena akan menurunkan pembacaan CD/DVD.Yah, itulah sedikit ilmu dalam Memilih, Membakar, dan Merawat CD dan DVD.


TIPS MERAWAT HARDDISK
PERAWATAN DASAR
Yang paling mudah dilakukan adalah
menjaga harddisk Anda sekosong mungkin (maksudnya tidak perlu
menginstal program/game yang jarang Anda gunakan). Jika isi harddisk Anda tidak banyak, maka harddisk Anda tidak akan menghabiskan waktu lama untuk mencari data yang Anda butuhkan.
Setidaknya, sebulansekali Anda perlu memeriksa program program Anda dan putuskan program aplikasi atau game apa yang tidak begitu diperlukan. Jika Anda menemukannya, hapus saja dari harddisk. Jika program tersebut memiliki pilihan untuk menghapus dirinya sendiri (uninstall), gunakan saja fitur itu. Biasanya program Windows 9x atau aplikasi-aplikasi Macintosh memiliki uninstall-nya. Jika Anda yakin akan menghapus sendiri program tersebut, atau tidak tersedia program uninstall-nya, pastikan bahwa
Anda tidak menghapus file-file yang penting secara manual.Gunakan
uninstall yang disediakan oleh sistem operasi. Ini pula alasan
yang mendasari mengapa sebuah struktur direktori yang terorganisasi dengan rapi sangat penting. Pisahkan file penting Anda dengan data lain dan file milik sistem operasi di tempat yang berbeda. Anda akan terhindar dari penghapusan filefile penting secara tidak sengaja, terutama file sistem operasi dan data Anda.

REBUILD, REPAIR, REBOOT
Pada suatu saat, penghapusan file-file yang tidak perlu mungkin tidak lagi memadai. Sebenarnya, semakin banyak Anda menghapus dan menambah file, harddisk Anda akan semakin terfragmentasi. Jika hal ini Anda biarkan, hal-hal buruk bisa saja terjadi pada harddisk tersebut. Harddisk Anda akan mulai berjalan dengan lamban, dan pada saatnya meskipun waktunya relatif cukup lama- harddisk tersebut bisa merusak dirinya sendiri. Untungnya, Anda bias mencegah hal tersebut dengan melakukan langkah-langkah
sederhana. Para pengguna Macintosh harus membeli program-program tertentu untuk mengoptimalkan kinerja seperti Norton
Utilities dan lain-lain, sedangkan pemilik PC bisa mendapatkan program utility tersebut secara gratis dari sistem operasi Windows. Tentu saja programprogram tersebut bukan merupakan aplikasi khusus seperti Norton Utilities, tetapi program ini cukup untuk mengoptimalkan secara standar. Jika harddisk Anda terfragmentasi, cara yang sederhana untuk mengatasinya adalah dengan mendefragmentasi harddisk tersebut. Itulah alasannya
program seperti Defrag dan Scandisk bisa Anda dapatkan secara gratis pada Windows, untuk membantu mengoptimalkan harddisk Anda. Defrag memeriksa harddisk Anda, mencari file-file apa yang tidak pada tempatnya, dan juga memindahkan file-file lain sesuai dengan urutannya. Scandisk memeriksa harddisk dan mencari kemungkinan adanya error, dan biasanya membetulkannya secara otomatis. Kadang-kadang, sebuah program tidak terhapus sepenuhnya dan Scandisk cukup pintar untuk menolong Anda mengembalikan bit-bit yang hilang pada harddisk yang
mungkin tidak bisa Anda gunakan sambil membetulkan error-error yang lain. Anda harus menjalankan kedua program ini secara rutin. Bagi pemilik Macintosh, jika belum memiliki Norton Utilities, cepetan beli! Tidak ada aplikasi khusus pada sistem operasi Macintosh untuk
mengoptimalisasi harddisk. Pada Norton Utilities, program untuk
merapikan harddisk adalah SpeedDisk, sedangkan untuk memeriksa atau memperbaiki error adalah Norton Disk Doctor. Bahkan Norton Disk Doctor ini mampu mencegah bertambahnya bad sector pada harddisk Anda. Sama seperti pemilik PC, pengguna Macintosh sebaiknya merapikan harddisk secara rutin minimal sebulan sekali.

SHUT DOWN DENGAN BENAR
Hal yang juga sangat penting bagi pemilik computer dengan sistem operasi Windows 9x ke atas atau Macintosh adalah tidak sembarangan mematikan komputer! Pada sistem operasi tersebut, terdapat cara untuk mematikan komputer dengan benar (properly shut down). Jika mematikan computer tidak dilakukan dengan cara yang benar, risikonya Anda akan kehilangan data-data penting, atau file-file yang disimpan akan menjadi rusak. Kemungkinan lain, komputer tersebut tidak akan bekerja karena harddisknya rusak atau muncul bad sector. Ini berbahaya, Bung! Jadi, gunakanlah perintah shut down tersebut. Jangan menjadi tidak sabaran.
Waktu yang Anda keluarkan untuk menunggu komputer tersebut untuk benar-benar mati tidak sebanding dengan waktu yang akan Anda keluarkan jika terjadi masalah pada computer Anda. Belum lagi dana yang Anda harus keluarkan kalau terjadi kerusakan fisik pada harddisk kesayangan Anda.

Referensi
http://mig33bandung.forumotion.com/t570-tips-merawat-harddisk
http://ichal-komputer.blogspot.com/
http://windha-kumala.web.ugm.ac.id/?p=76
http://f4123n.blogspot.com/2009/01/media-penyimpanan-memori-eksternal.html

1 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus